Bersiap Menghadapi Tantangan Profesi Masa Depan

Dunia berubah dengan sangat cepat. Robotika, kecerdasan buatan, internet, perubahan teknologi besar-besaran sedang merevolusi dunia tempat kita tinggal. Hal ini telah mengubah struktur sosial dan teknologi masyarakat secara global. Dengan laju kecepatan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini, beberapa profesi akan hilang sementara yang lain akan berkembang dan membutuhkan kemampuan dan keterampilan baru.

Tantangan untuk anak kita?

Anak-anak kita akan menghadapi tantangan dari dua arah.

Pertama, pekerjaan bukan hanya memilih profesi,tapi peluang masa depan yang akan ada pun tidak bisa diprediksi dengan mudah. 

Walaupun terdengar menakutkan, tapi anak-anak kita dapat dilatih untuk menghadapi perubahan ini. Dengan pendekatan dan keterampilan yang tepat, kita dapat membekali mereka untuk mengejar jalur profesi yang paling relevan dengan mereka.

Bagaimana caranya?

Dengan mengubah pola pikir dan mendidik diri kita dahulu, sehingga kita bisa berkomunikasi dengan anak-anak kita dalam menanamkan kesadaran akan ketidakpastian yang perlu dihadapi.

Sementara dari sisi akademis, anak-anak perlu didorong untuk memilih bidang studi interdisipliner agar mendapatkan keterampilan di berbagai bidang. Tidak bisa hanya mengandalkan satu keahlian saja. Bagaimana jika nantinya profesi spesifik tersebut tidak lagi membutuhkan kita?

Anak-anak perlu belajar bagaimana beradaptasi dengan tuntutan yang berbeda sehingga siap menghadapi tuntutan pekerjaan yang terus berubah.

Selain itu, orang tua dan pendidik perlu melengkapi anak-anak dengan kondisi mental dan keterampilan sosial yang baik. Jika seorang anak memiliki sikap yang benar, tantangan di masa depan dapat dengan mudah diatasi.

Keterampilan seperti apa yang mereka butuhkan?

Keterampilan teknis dan akademis penting, tapi dalam konteks yang makin global, soft skills menjadi keterampilan yang fundamental. Soft skills itu diistilahkan dengan 4C yang merupakan singkatan dari :

1. Critical thinking atau berpikir kritis

Berpikir kritis adalah keterampilan memahami sebuah masalah dan mengkoneksikan satu informasi dengan informasi lainnya untuk menghasilkan sebuah solusi yang cerdas.

Keterampilan berpikir kritis merupakan hal penting untuk dimiliki di tengah derasnya arus informasi di era digital, karena kemampuan membedakan fakta dari opini, atau kebenaran dari kebohongan, merupakan modal yang penting untuk anak-anak kita mengambil keputusan yang lebih bijak sepanjang hidupnya.

2. Collaboration atau kemampuan bekerja sama

Keterampilan ini membuat seseorang memiliki kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain dengan menciptakan lingkungan kerja yang produktif. Mampu beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggung jawab, meletakkan empati pada tempatnya dan menghormati perspektif yang berbeda.

3. Communication atau kemampuan berkomunikasi

Kemampuan berkomunikasi sangat dibutuhkan seseorang untuk berbagi pemikiran, ide, pertanyaan dan solusi dengan orang-orang di sekitarnya baik secara lisan atau tulisan.

4. Creativity atau kreativitas

Kreativitas adalah kemampuan untuk menjadi inovatif sehingga bisa menghasilkan gagasan-gagasan baru dan mampu menyelesaikan sesuatu secara imajinatif dan cerdas.

Dengan menggabungkan soft skills ini, seorang anak dapat berkembang dengan baik di lingkungan kerja yang berbeda dan kompetitif.

Mereka akan baik-baik saja.

Sebagai orang tua dan pendidik seringkali kita terlalu waspada sehingga takut ketika anak-anak membuat pilihan sendiri. Tapi perlu diingat, perlindungan yang terlalu berlebihan justru bisa merampas kepercayaan diri anak-anak kita.

Ketika anak-anak mencoba hal-hal baru, membuat keputusan sendiri dan menerapkan kemampuan kognitif mereka, ini menciptakan pola berpikir yang mandiri. Ketika mereka gagal melakukan sesuatu, mereka akan belajar bertanggung jawab atas pilihan mereka.

Kecemasan akan masa depan sangat manusiawi. Tapi faktanya, dunia terus berubah tanpa bisa dicegah dan teknologi adalah hal yang dibangun di atas institusi perubahan. Dalam dekade terakhir saja, kita sudah bisa berbelanja tanpa harus ke swalayan, bahkan kita sudah melihat ada robot yang bisa berbicara. 

Manusia harus terus beradaptasi menghadapi perubahan ini. Kita tidak tahu profesi seperti apa yang akan diberikan masa depan pada anak-anak kita. Tapi, kita akan membantu mereka bersiap untuk menyambutnya.

Penulis : Septika Rini

Artikel terkait :

Share :

Related articles