Ramadhan Kedua Masa Pandemi Covid-19: Berjumpa dengan Allah

Inilah Ramadhan kedua yang akan kita masuki dalam masa pandemi. Ramadhan kedua yang akan kita lalui tanpa tarawih berjamaah di masjid. Ramadhan kedua tanpa hingar bingar buka puasa bersama. Ramadhan kedua tanpa mudik untuk berjumpa sanak keluarga. 

Di Ramadhan yang lalu, kita berseru, “Ya Allah, semoga pandemi segera berlalu”. Ternyata, hingga dua kali Ramadhan, pandemi tak kunjung berlalu. Masih samakah seruan kita di ramadhan kedua ini? Memaksa Allah “Ya Allah, semoga pandemi segera berlalu”. Ataukah kali ini,  kita mau berhenti sejenak dan merenung, “Ya Allah, mengapa pandemi ini tak kunjung berlalu? Apa yang Engkau kehendaki untuk kami umatMu lakukan?”

Mengapa kita sejenak harus melalui Ramadhan tanpa berjumpa dengan teman dan sanak keluarga? Jangan-jangan, selama ini kita terlalu sibuk merancang kemeriahan, hingga lupa bahwa Ramadhan adalah saat kita memberi semakin banyak waktu untuk berjumpa dengan Allah. 

Di sepanjang perjalanan kehidupan, kita mempunyai banyak sekali catatan. Tetapi pernahkah kita menulis catatan tentang perjumpaan kita dengan Allah? Di Ramadhan kedua dalam masa pandemi, maukah kita membuat catatan perjumpaan dan perjalanan bersama Allah? 

Catatan perjumpaan kita dengan Allah juga bisa kita tulis bersama dengan sanak keluarga dan teman. Saling berbagi kisah tentang perjumpaan dengan Allah adalah hal yang indah mengisi Ramadhan kali ini. 

Catatan ini bisa kita buat menggunakan aplikasi wakelet. Di sini kita bisa menambahkan foto, gambar, bahkan link video atau tulisan lain yang mengilhami perjumpaan kita dengan Allah hari ini. 

Contoh tampilan wakelet

Sanak keluarga dan teman juga bisa memberikan komentar untuk jurnal kita di wakelet, sehingga kita bisa melewati Ramadhan kali ini dengan mendekatkan diri kepada Allah bersama-sama walaupun minim temu muka.

Mengenal aplikasi wakelet ada dalam webinar di sini

Penulis: Dyahni Ardrawersthi

Artikel terkait :

Share :

Related articles