Ramadhan Kedua: Menghapuskan Rindu untuk Pulang, tanpa Harus Berpulang

Kebijakan larangan mudik telah resmi dikeluarkan oleh pemerintah. Ini tentu sangat mengecewakan bagi kita. Tahun lalu, larangan serupa telah dilakukan. Harapan kita, apalagi sebagai guru yang telah mendapatkan vaksinasi COVID-19, bisa bepergian dan mudik menyambut lebaran tahun ini. 

Kenyataannya, sekalipun telah menerima vaksin, pembatasan ruang gerak dan protokol kesehatan tetap harus kita ikuti. Mengapa? Ternyata vaksin bukan membuat kita tidak dapat terinfeksi virus COVID-19. Kita tetap dapat terinfeksi, tetapi vaksin mencegah mayoritas gejala yang berat. 

Yang sudah mendapatkan vaksin masih bisa terpapar dan menularkan virus ini tanpa muncul gejala. Yang sudah divaksinasi tidak bergejala, tapi bila yang tertular belum divaksinasi bisa saja bergejala berat. Bila kita mudik dan bertemu keluarga besar apalagi yang sepuh, niat silaturahmi bisa jadi mencelakakan. Dalam webinar tentang berbagi pengalaman setelah divaksin, kita akan mendapat gambaran lengkap, tentang vaksinasi dan pengingat bagi kita, bahwa pandemi ini tidak akan segera berlalu, hanya karena kita sudah divaksinasi. 

Ingatlah bahwa silaturahmi bermakna menyambung hubungan. Apakah mudik satu-satunya jalan menyambung hubungan? Yakinkah bahwa kita tidak berpotensi merusak hubungan itu dengan membawa virus untuk sanak keluarga?  Apalagi jika mereka tertular dan harus berpulang ke rahmatullah.

Coba cari jalan keluar terbaik agar  kita tetap dapat silaturahmi dan bermaafan tanpa mudik, sampai pandemi berlalu.

Beberapa pilihan yang disesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini:

  1. Mudik adalah waktu berjumpa dengan keluarga. Jika waktu berharga, bayangkan berapa banyak waktu yang kita perlukan untuk menempuh perjalanan mudik? Waktu perjalanan ini dapat kita gunakan untuk bersilaturahmi dengan keluarga melalui Zoom dan Google Meet. Webinar selengkapnya di sini. 
  2. Kita tetap dapat jalan-jalan sekeluarga, bahkan hingga ke Mekah dan Madinah, dengan google Earth. Webinar tutorial penggunaan Google Earth, dapat dilihat di sini. 
  3. Mengucapkan dan menggambar kartu lebaran bersama-sama dengan menggunakan Google jamboard
  4. Seru-seruan dan lebih saling mengenal seluruh keluarga dengan kuis keluarga. Coba, sebutkan nama lengkap keponakan, sepupu, om, tante, apakah Anda ingat? Lalu kapan tanggal lahir mereka? Apa hobi dan makanan kesukaan semua anggota keluarga besar? Ini bisa menjadi bahan kuis yang sangat seru. Dan membuat kita makin saling mengenal. Kita dapat menggunakan aplikasi quizizz. Webinar selengkapnya di sini

Selamat menyambung silaturahmi dengan aman, makin saling mengenal dengan kehangatan hati yang dekat, sekalipun raga berjauhan. 

Penulis : Dyahni Ardrawersthi

Artikel terkait :

Share :

Related articles